Wednesday, July 22, 2009

Yang Tersisa



Apapun Programnya Yng penting Rakyat sejahtera. Lanjutkan kelihatannya jalannya mulus. Ya sudah didukung saja

Ya sudah, saya akan membulatkan tekad buat mandi

Tuesday, July 21, 2009

Ngrumpi sama Anak kecil

Saya mau cerita tenntang kebiasaan saya ngerumpi di sore hari.
Tapi saya ngerumpinya bukan sama orang dewasa yang seumuran saya. Kali ini agak lain dari biasanya. Kalau biasanya ngerumpi sama sahabat-sahabat saya, kali ini saya ngerumpi sama anak-anak kecil. Masih SD, TK, bahkan ada yg belum masuk sekolah. Tentu topik rumpiannya juga beda kalo saya ngerumpi sama best friend saya yg sudah "mateng" itu.

Kebetulan entah kenapa saya agak terkenal di kalangan anak-anak kecil. Setiap mereka main sepeda sore-sore saya selalu dipanggil. Dan kalau kebetulan saya ada dirumah ya saya ikutan.

Kebetulan juga saya punya kelinci ganteng yang anteng banget yang suka saya pake-pakein pita (padahal kelincinya cowok) dan suka saya pakein bedak jadi baunya wangi banget. Anak-anak itu jadi ngefans banget sama kelinci saya karena si cilik manut aja kalau diuyel-uyel sama anak-anak kecil itu.

Dari kebiasaan saya yang suka ngumpul-ngumpul sama anak-anak itu saya jadi suka dengerin celotehan mereka yang kebanyakan polos itu. (kadang-kadang capek juga sama percakapan sama orang-orang sebaya saya)
Salah satu cerita sehari-hari mereka adalah kebiasaan mereka di sekolah, betapa mereka sebel bangun pagi.

Tapi rumpian nggak serius ini berubah jadi agak serius kemaren sore.
Berumula dari keisengan saya menyuapi kelinci saya roti kukus. Tau kan roti kukus. Bolu yang bentuknya mirip cupcakes tapi bikinnya dikukus. Tiba-tiba mereka dateng ke saya, tidak bertanya tentang roti kukus itu sama sekali karena mereka sudah tau kalau kelinci saya doyan kue apapun (kecuali brownies dan tiramisu)

Selang beberapa lama tiba-tiba ada anak kecil lain dateng. Kebetulan anak kecil yg baru dateng itu adalah anak dari sekumpulan keluarga pemulung yang membangun rumah di sawah depan perumahan tempat tinggal saya. rumahnya ya dari kardus gitu. U know, kadang saya suka ironis kalau liat pemandangan itu. Kebetulan pemulung itu bangun rumahnya agak ke belakang daerah rumah saya mungkin biar deket sama sungai. Nah di depan kumpulan rumah pemulung itu ada rumah besar dengan mobil yang tiap hari datang dan pergi. Ironic isn't it?

Kembali ke topik anak pemulung itu yang kebetulan dateng bareng kakaknya yang sudah agak besar (selanjutnya sebut saja sebagai budi dan ani *coz i don't know their real name) melihat saya memegang roti kukus yang sedang dalam perjalanan menuju mulut kelinci saya. Tiba-tiba dia turun dari sepedanya dan berkata
Budi : Mbak, minta kue... kue ituuuu *sambil mengadahkan tangan dan memasang ekspresi memelas*
Saya : *bengong*
Budi : Mbak mau itu, nyuwun mbak.....
Saya : *Masih bengong*

Pertama-tama saya jelasin dulu kenapa saya bengong. Pertama, sumpah saya baru kali itu tau ada anak kecil bisa kaya gitu. Mungkin wajar aja kalau ada anak kecil yang kepengen ketika melihat temennya atau orang lain punya makanan yang dia punya. Tapi baru kali ini saya liat ada anak yg langsung mendatangi dan mengadahkan tangan.

Saya jadi bertanya-tanya, apa dia begitu karena sering diajak orang tuanya mengemis ya. FYI, saya tau persis anak itu sering diajak pergi mengemis sama orang tuanya karena mereka pernah terlihat di kampus saya dan beberapa kali saya ketemu di lampu merah depan kampus. Kenapa saya menduga gitu, karena dia memasang ekspresi memelas yang biasa kita lihat pada pengemis yang ada di pinggir jalan. Setelah itu percakapan masih berlanjut

Saya : Aduh, maap ya bukannya ga boleh tapi kuenya tadi bekas dijilat kelinci
Budi : *masih mengadahkan tangan dan pasang wajah memelas*
Ani : Njaluk neh ndang mbak, sing anyar *Minta lagi dong mbak, yang baru*
Saya : Aduh, di dalam abis tuh, udah ga ada lagi.
Ani : *bengong sambil ngmg hah?*
Budi : *masih mengadahkan tangan dan pasang tampang memelas*
singkat cerita mereka pergi karena saya geleng-geleng terus.

Sementara itu teman-teman kecil saya bengong ketika saya sedang berdialog dengan ani dan budi. Setelah ani dan budi pergi baru mereka berkomentar. Berikut saya tulis dalam bentuk percakapan aja ya karena saya males merubah jadi bentuk cerita
Isni : Kak ajeng, kenal to sama anak-anak itu
Saya : No, Dear. Biasanya juga ga pernah deket-deket. Baru sekarang. Kenapa?
Vira : Kasian ya nggak punya tivi
Saya : *bengong sejenak* lho apa hubungannya?
Vira : Ya, jadi ga bisa Bahasa Indonesia. Diajak ngomong hoh hah hoh hah aja
Saya : oalah..... gitu kah dear?
Isni : Iya ya kasian, sayang tivi dirumah cuma ada 1. kl ga kan isa dikasih. Aku aja bisa bahasa Inggris sering ngmg bahasa Inggris sm kakak ajeng, mereka malah ga bisa bahasa indonesia *disuarakan dengan nada polos dan tanpa bermaksud pamer*
Vira : Ah, kak isni. Mereka kan nakal suka minta-minta uang orang padahal kata bu guru agama Allah tidak suka sama pengemis. Harus bekerja keras kalau pengen dapet uang. Spt abah dan umi.
Isni : Kakak dulu pernah tulis surat ke pak presiden bilang kalau di dekat rumah aada perumahan pemulung, trus anak kecil nakal juga. Kakak juga tulis biar si budi itu tadi dibeliin sepeda jadi sepeda kakak ga dinaikin terus setiap dikeluarin.
Saya : Lo, sepedanya kak isni boleh dong dipinjem. Kan ga boleh pelit sayang
Isni : Sebenernya sih boleh aja kak, tapi dia minjemnya ngeselin soalnya. Kalo aku mau pulang masa sepedanya ga boleh diambil.
Khansa: Iya, mobil-mobilanku juga diambil ga dikembaliin campe cekarang
Maria: Sandalku juga dibawa pulang.
Isni : Iya kak, dia sering ngambil barang tanpa ijin. Trus suka minta-minta juga
Vira : Pak Presiden kok diem aja ya. Padahal Pak Presiden bapak kita semua mestinya dia bilang ke budi kalau gitu itu ga boleh.
Khansa: Pak Pleciden kan lagi sibuk ngurucin Bom di Jakalta jadi budi ditelpon aja. Jadi bandel deh. Aku kalo bandel cama ayah diliatin sampe aku takut, kl telpon aja kan ga bica.
Maria: Besok tulis surat buat Pak Esbeye yuk. Bilang sama pak sby suruh kasih uang sama budi biar dia sekolah terus beli sepeda trus beli mainan, jadi nggak gangguin kita. Trus kita bilang juga sama Pak Presiden suruh mereka pindah dari situ biar punya rumah kaya kita

Sebenernya percakapan itu masih panjang, tapi intinya tetep sama. Ini Budi, Budi dan Ani ga punya uang buat Beli Sepeda.

Ga mungkin saya jelasin BLT, PNPM, KUR, dll itu ke teman-teman kecil saya. Biarlah mereka mikirin mainan aja, ga usah ikut mikirin negara yang besar ini.

Semoga Postingan ini dibaca Anggota Dewan yang gajinya puluhan juta perbulan tapi masih ngeluh minta tunjangan

Semoga Postingan ini dibaca Koruptor yang kepekaannya kalah sama anak umur 5 tahun

Semoga Postingan ini dibaca para teroris yang menganggap dirinya sedang berjihad. Lebih baik jihadlah untuk anak-anak macam Budi dan Ani

Semoga Postingan ini dibaca Bu Mega dan Pak Prabowo yang dalam program kampanyenya berjanji menuntaskan kemiskinan. Biar mereka makin tau di Indonesia masih banyak anak macam Budi dan Ani, jadi ga perlu nunggu jadi presiden buat bantuin pemerintah supaya budi dan ani bisa beli sepeda

Semoga Postingan ini dibaca Pak Esbeye, Pak Jeka, dan Pak Boediono agar mereka lebih serius lagi memikirkan bagaimana caranya rakyat dapat hidup sejahtera

Sudah ah, saya mau mandi


Friday, July 17, 2009

lil' things left

Found this cute drop dead gorgeous boy while watching Harry Potter and the Half Blood Prince. Guess Who?



Yes he's Cormac McLaggen starring by Freddie Stroma. He's so cute isn't it? Much more Handsome than Daniel but still can beat Rupert for sure.
Even he's playing as very arogant and selfish person there. I still love his cute face.

Thursday, July 16, 2009

Review Harry Potter and The Half Blood Prince

This contain Spoiler article. If u want to watch first before know the ending just close this artcle



Voldemort menguasai dunia Muggle dan penyihir, Hogwarts tak lagi aman. Harry menduga bahaya juga mengancam puri, namun Dumbledore lebih intens mempersiapkan dirinya untuk pertempuran terakhir yang segera tiba. Bersama-sama mereka mencari cara untuk meruntuhkan pertahanan Voldemort, dan untuk hal ini, Dumbledore merekrut teman lamanya Professor Horace Slughorn, yang ia yakini mengetahui banyak informasi penting

Sementara itu, Harry tertarik pada Ginny, begitu juga dengan Dean Thomas. Lavender Brown memutuskan Ron menjadi kekasihnya. Hermione, penuh dengan rasa cemburu namun tidak dapat menentukan isi hatinya. Saat romantisme merebak, salah satu murid memilih tetap sendiri. Ia memilih jalan hitam. Meski banyak cinta namun tragedi di depan mata dan Hogwarts tak akan sama
taken from here

Been watching this movie last night. I think this movie is the best. Much much better than 5th movie but still can't beat The 3rd. I love the Drama, i also love the action scene.

Things I love From this Movie
- I love Fred and George store. It's so bright and Fun instead the shops arround closed and gloomy aura in Diagon Alley. The art team did Brilliant. They illustrate the shop very well! But i can't find u-no-poo sign, i think it should be there.
- Finally we all can see Quiditch game after it dissapear in 2 series. I always love Quiditch. Still can't imagine how they make the quiditch game with all players fly and catching the quaffle.
-I love Young Tom Riddle's cool face. It describe what i am imagine about how tom riddle should look. And when he talk to slughorn i thought that is the best way to Describe how Tom Riddle unsure, flirt slughorn to tell about hocrux and doubt expresion in his face. That's How Tom Riddle should be! Better than Tom Riddle in 2nd series!
-I always love the scene where Ron Weasley come up. Ron's silly face after drinking potion charm, or Ron's satisfied face after drink pumpkin juice which he thought liquid luck been added by harry, or when he's unsure about Hermoine's Feel. But why he called Lavender, Lav. uuugghh,,, it's sooo not ron! But However, it's not just Harry who playing to be a hero. Ron Does. I love that credit that ron's got!
-I love harry and Ginny's romantic time. Intimacy not always shown with hot and passionate kiss, it's can showed by eye sight.
-Draco's expression. it's so real and suitable. I love his evil side. Not only bullying, now he turns to be real evil draco.
-I love how harry flirt Slughorn to get the memory. It's smooth but tricky. And Slughorn's reaction also satisfy me.

Things I hate From this Movie
-Almost nothing, i just hate the ending. No Dumbledore's Funeral though i think it'll be much much better if there's a Funeral. Will be more touching and gloomy. If there's no War beetwen Death eaters and Dumbledore Army i think it's still ok because we can't see all the DA guarding Hogwarts. This movie have dark aura not caused by war but caused by sadness. But i love most of the scene.
-Dumbledore'e expression before he died. He shouldn't say please. it'll show that he had already plan his murder
-Hermione's expression after saw Ron and Lavender. Hey, Hermione is tough and strong girl rite. Does broken heart bite her so bad till she turn so weak and tearful?
-The Burrow's Burn. No story how after it burn. It's being repaires or Weasley's move to another place.

But i think hate things is just small bite. At least i love this movie very very much. Fell satisfied after been waiting for so long time. And i'll watch it again. Maybe one or two more time.

Tuesday, July 14, 2009

Ini Budi, Budi Bermain Bola

Saya suka banget iklan Tri versi MU yang ini



Hahaha... gitu dooong.... mau bertamu ke Indonesia ya belajar bahasa kita Mister.... masa kita terus yg belajar bahasa you.
Dan liat ekspresinya mereka yg ketawa-ketawa itu. Saya menerjemahkan tawa mereka bukan tawa mengejek, tapi tawa seperti ketika saya pertama kali belajar bahasa Inggris. Tawa lucu.
Tapi apapun tujuan iklan itu saya super suka. Masih ketawa aja liatnya, padahal ya udah lumayan lama sliweran di TV. Ga sabar juga nunggu Seberapa tahan Timnas Indo diajak main bola mereka. Asal jgn duduk melingkar di tengah Lapangan trus belajar Bahasa Indonesia aja.
Ini Ajeng, Ajeng cinta MU mister (walaupun msh lebih cinta sama timnas negara saya sendiri Mister)...... hahahaha