Sunday, July 24, 2016

Pantai Lenggoksono, Pantai Bolu-bolu dan Air terjun Banyu Anjlok di Malang Selatan

Dahulu kala ketika saya masih awal tinggal di Malang saya mengira malang itu hanya kota saja, setelah mulai skripsi saya baru ngeh kalau Malang Raya itu luas banget, bahkan Kecamatan Kasembon yang berbatasan langsung dengan Kediri itu 2 jam perjalanan jauhnya dari Kota Malang, bahkan 3 jam jauhnya dari Ibukota Kabupatennya yaitu Kepanjen.
Alhamdulillah waa syukurillah setelah kerja saya punya bos baik, sukanya jalan-jalan yang anti mainstream. Doyan banget ngajak belanja tapi suka banget liat yang biru dan ijo. Kebetulan yang menyenangkan, karena kantor saya isinya sedikit orang dan bisa diselip-selipin dalam 2 mobil SUV, saya dan teman-teman kantor sering "diangkut" mengunjungi tempat-tempat wisata yang diketahui beliau dari Big Big Boss, Bapak Bupati Malang.
Jadi, di Kabupaten Malang selama periode pertama kepemimpinan Bapak Bupati itu ada kegiatan sambang desa. Desa yang jadi sasarannya adalah desa tertinggal yang tempatnya seringkali di ujung Malang (lebay) dan medannya ala-ala jalan desa yang masih perawan. Jalan makadam sih masih bagus, seringkali jalannya masih tanah, berkelok-kelok, lubang, dan becek.  Bukan bu bos namanya kalau tidak menganut prinsip kalau terlanjur basah kecipratan air, nyemplung aja sekalian. Kegiatan sambang desa itu seringkali dirangkai dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di sekitar desa tersebut, bahkan sampai periode pertama berakhir dan sekarang di periode kedua yang namanya berubah menjadi "Sambang Desa Wisata" makin antusiaslah ada embel-embel kata wisata berarti yang disambangi kan yang ada tempat wisatanya. Gathering is just one sip away, kenapa nggak lanjut?
Jaman kuliah saya pernah ke pulau sempu bareng teman-teman, trekking dan menginap di tengah pulau. Setelah kerja, makin taulah saya kalau Pantai di Kabupaten Malang itu buanyak dan bagus-bagus. Bukan sekedar pantai mainstream macam Balekambang dan Sendang Biru.
Yang terbaru, setelah pantai 3 warna dkk (yang saya masih tetep males nulis trip reportnya) saya jalan ke pantai Lenggoksono. Acara ini semi gathering karena direncanakan dan bajunya seragam.
Pantai Lenggoksono adanya di Kecamatan Tirtoyudo. Perjalanan waktu itu saya (dan teman-teman beserta supir kantor) lewat Kecamatan Turen dan Dampit mengikuti petunjuk arah ke Kecamatan Tirtoyudo. Dari Kecamatan Tirtoyudonya masih sekitar 20 kilo dari pantai, melewati jalan yang mulus (tapi sempit dan berkelok-kelok) sepanjang jalan ada perkebunan cengkeh yang bunganya berbau wangi apalagi waktu itu saya berangkatnya pagi buta (jam 06.30 sampai di Kecamatan Tirtoyudo which is sekitar hampir 2 jam dari Malang) Ke Malang Selatan ini nggak ada transportasi umum yang langsung, harus sewa angkot atau bawa kendaraan pribadi.
Pantai Lenggoksono ini, ombaknya kalem. Mungkin karena letaknya tidak langsung menghadap laut lepas. Pantainya lebar dan dikelilingi tebing khas pantai malang selatan. Di tepinya, walaupun masih ala kadarnya ada fasilitas kamar mandi dan warung penjual makanan tanda pantai ini banyak dikunjungi orang.

Pantai Lenggoksono

Ketika sudah sampai disini, jangan cuma nongkrong disini, karena tidak jauh dari pantai ini ada pantai bolu-bolu dan air terjun banyu anjlok yang tempatnya di tepi pantai. Sekali dayung, 3 pantai terlampaui. Bisa lah foto OOTD *penting* Cara menuju air terjun banyu anjlok dan pantai bolu-bolu ini bisa dengan naik sepeda motor atau trekking di sepanjang tebing yang di sekeliling pantai. Tapi hari itu saya (dan teman-teman kantor) memilih sewa perahu nelayan yang tarifnya 60 ribu per kepala dan 1 perahu bisa diisi sampai dengan 8 orang.
Perjalanan menuju pantai bolu-bolu ini ditempuh sekitar 20 menit menyebrang laut dengan ombak yang lumayan tinggi. Ketika naik perahu nelayan tidak diperbolehkan membawa tas berisi pakaian *gagal sudah foto ootd, 3 pantai bajunya sama* dan diingatkan dengan serius agar yang membawa handphone dibungkus plastik atau pouch anti air juga dilarang keras membawa jeruk karena dipercaya ombaknya akan jadi besar apabila ada jeruk diatas perahu. Diiyain aja ya biar cepet

Itulah perahu nelayan yang dipakai menyeberang


Pantai bolu-bolu ini sangat sepi dan seperti ada di pulau tidak berpenghuni. Pantainya bersih, pasirnya halus tapi sebaiknya alas kaki tetap dipakai karena pantainya berkarang. Airnya biru dan sangat bening sampai terlihat karang yang ada di dasar lautnya. Dipinggir pantainya ada deretan pohon yang rindang, bisa dipakai duduk sambil mendengarkan bunyi binatang entah apa yang hidup di tebing-tebing *saya parno berat duduk disitu. takut ada ular gelantongan* Pantai ini biasa digunakan sebagai tempat berkemah, jadi kata nelayan yang menyetir perahu ada kamar mandi walaupun ala kadarnya dan warung yang disitu juga menjual makanan.. Kata salah satu teman kantor, pantai bolu-bolu ini tebingnya berbentuk angka 8 jadi dinamakan bolu-bolu. Benar atau nggak saya belum membuktikan karena saya nggak punya drone yang bisa memotret dari ketinggian, jadi sementara dianggap benar aja ya.

Setelah dari pantai bolu-bolu, kami diajak lanjut menuju air terjun banyu anjlok yang ada di dekat pantai bolu-bolu, walaupun dekat (sekitar 10 menit) kesananya tetap harus naik perahu.

Air terjun ini dari jauh terlihat kecil tapi ketika mendekat ternyata tinggi dan aliran airnya sangat deras. Air yang ada di air terjun ini berasal dari sumber air tawar dari atas bukit yang setelah turun bercampur dengan air laut. Best part buat saya yang tidak terlalu suka kena air laut di kepala *karena asin dan lengket* mandi di sini airnya tawar tapi serasa di pantai karena ada ombak samar-samar dari laut. Saya nggak tau air payau itu rasanya seperti apa, tapi disini rasa airnya kok sepertinya masih tawar
katanya ditempat saya foto ini airnya payau, tapi kok tawar biasa ya rasanya
Selesai mandi dan berenang disini nggak bisa langsung berbilas, harus kembali dulu ke Pantai Lenggoksono. Ketika naik perahu kembali ombaknya lumayan besar sehingga perjalanan agak terhambat

Sekali lagi setiap kali pulang dari pantai dari Malang Selatan, saya selalu berharap semoga sambang desa wisata itu berdampak secara signifikan terhadap pembangunan sarana dan prasarana di sekitar pantai. Siapa tau 10-20 tahun lagi menuju pantai di Malang Selatan semudah pergi ke pantai-pantai di Bali? Boleh dong ngerep?


Cheers.
Ajeng

Monday, June 27, 2016

Tentang Deku

Yang follow social media saya, pasti gatel pengen ngeblock soalnya isinya Deku sama Makanan melulu
Yes, I'm that cat person. I even address myself as "Kakak Deku" 
Secara ya, dirumah sendirian itu nggak enak, hiburannya ya Deku. Nemu cat-comic ini dari catsu  yang sungguh deku dan aku banget

ini deku banget nih.. dia hobby banget duduk di tengah ruang tamu yang sudut pandangnya luas, lalu ngeliatin saya jalan-jalan dengan pandangan menilainya

Deku paling hobby main sembunyi-sembunyian macam ini. Tapi abis itu dia panik teriak-teriak minta didatangin, semacam tersesat ya, kuu

Ini aku banget suka merasa bersalah kalau berangkat pergi dan denger deku ngeong-ngeong melas. Dasar Kucing Manja salah didikan *salah sape menurutloh?

Hapeku, memorinya udah hopeless (Padahal 32 GB). Begitu 1 folder bernama "Deku" dipindah, langsung ada memory tambahan 3GB

Deku yang selalu memberiku tatapan curiga ketika aku ganti tempat makannya. Tapi dia tertib loh, posenya mirip orang antri di food court nungguin isi kotak makannya

Deku yang selalu memasang tampang jijik kalau dieyek-uyek bulunya

Mana bisaaa nak uving akak satu itu diajak selfie. Kaboooor

Deku tidurnya ngorok. dan keras. mirip cowok *eh dia emang cowok sih*

Ini bener banget. dia paling benci dipegang kaki dan perut bawahnya. :Langsung sewot

Satu hal yang sebel-sebel ngangenin dari Deku adalah, dia cuek bebek dengar orang lewat-lewat. Tapiiii kalau aku yang lewat dan nggak nengok, dia Pasti teriak-teriak sampai ditengok. Deku juga cuek bebek sama segala macam suara kendaraan, tapiiii kalau aku yang naik kendaraan itu, dia pasi ngeong-ngeong minta ditengok. Salah didikan banget nggak sih kucing ini
Hahaha... I Love You, Deku-chan.. you'll forever be my baby cat *walaupun sekarang udah jadi Kucing Cowok Dewasa nan Raksasa

jaman dia masih nak ucing. cute, isn't it?


tempat bobo-boboan paling pewe ya ku, Kasur Kakak


Posisi favorit dari jaman bayinya dia

Sunday, June 26, 2016

Jatah-jatahan

Once upon a time, there are 3 children named Ajeng, Astika, dan Azaria. They lived happily and harmoniously.
Bohong deng, seringan bertengkar dan teriak-teriakannya. Tapi, kalau salah satu atau salah dua pergi kangen. Ah, that's how siblings should be, tho?
Punya saudara perempuan, dua pula, itu kadang ada enak dan nggak enaknya memang. Tapi bahasan enak nggak enaknya lain kali aja deh.. saya mau cerita masalah jatah-jatahan kita bertiga.
Mama saya adalah orang yang sangat apik dalam mengelola uang, walaupun papa dan mama berkecukupan (Alhamdulillah waa Syukurillah) kita bertiga nggak pernah sama sekali dibekali uang berlebihan. Kalau perlu ya minta, disertai "proposal" uangnya berapa banyak? buat beli apa? beneran perlu atau nggak? yang lama kemana, apa sudah rusak?
Saking apiknya, setiap bulan ketika datang waktu belanja bulanan dan kami semua pergi ke Supermarket, mama "menjatah" kami bertiga. Jatah ini bukan dalam bentuk uang ya, no no no, tapi dalam bentuk pembelian barang. Namanya anak-anak, pasti liat makanan, snack, es krim, dan lain sebagainya yang terpampang di Supermarket itu suka dan maunya ambil yang banyak semau-maunya, tapi itu tidak berlaku buat mama. Dalam rangka mendidik anak-anaknya menjadi cerdas dan beradab *apasih* mama menetapkan batas pembelian. 1 anak cuma boleh beli snack maksimal 3! atau kalau lagi baik maksimal 5! Karena ada maksimalnya, beneran dipikirin lho mau beli apa. Bahkan sebelum sampai Supermarket. Enak ya jadi anak-anak, galaunya mikir snack
Kalau sekarang pasti kecut banget ya dijatah begitu, tapi kami oke-oke aja dan nurut tuh dulu. Malah, sekarang hal itu jadi semacam nostalgia buat kami bertiga secara sekarang sudah kerja, punya uang sendiri, dan bisa beli apapun yang dimaui.
Selain makanan, dulu mama, diwakili oleh emak sang bos dapur, menjatah kami kalau makan lauk. 1 anak 1 lauk.  Jadi kalau makan ayam ya 1, empal ya 1, kalau makan rawon 1 anak jatahnya 5 potong daging. Epic story of my childhood my dear friends *evil laugh* Tertib lho kita, sama sekali nggak ada niatan menggondol lauk saudara yang lain. Makan 1 ya sudah, selesai. Makan dirumah orang pun begitu, nggak ada acara setelah makan ayam lalu mencuil ayam orang lain (ada lho orang kaya gini, pengalaman pribadi)
Tapi anehnya, kok kangen dijatah sama mama kaya dulu. Dulu, karena dijatah, jadi makanan itu berasa enak dan nikmat. Merasa makanan itu "mahal" dan istimewa karena jarang ada, kalau ada pun dalam jumlah terbatas. Kalau sekarang sih kalau mau makan ya beli, mau snack 10 biji pun berangkat sendiri ke Hyper. Tapi hikmah dijatah, makan lauk apa aja tetep cukup bersama nasi 1 piring (apa, 1 piring?? makanya gendauuuttss), dan.. seenak-enaknya makanan beli diluar tetep enak masakan mama (dan emak)
Apa memang gitu ya, kita baru sadar mensyukuri sesuatu kalau tau jumlahnya terbatas. Bersyukur atas manfaat barang itu ketika barangnya sudah nggak ada? Apa iya bersyukur itu dijatah tiap kita seneng aja?
Berat ya pertanyaan di paragraf atas

xoxo,
Ajeng

Tuesday, June 14, 2016

Obat Patah Hati

Siapa sih disini yang nggak pernah patah hati?
Se syar'i syar'inya orang, se enggak mau maunya bertukar pandang sama cowok, saya haqul yakin dan percaya pasti pernah patah hati. Cuma beda di kadar pedes sama meweknya kayanya ya

Saya?
di kehidupan saya yang masih 28 tahun  23 tahun ini saya pernah dong patah hati. Dari yang oh okelah, mewek sedikit lalu besoknya udah ngelirik cowok ganteng kelas sebelah sampai patah hati tingkat dewa yang super dahsyat yang rasanya hati biru lebam semacam habis ditonjok hulk saya pernah. Walaupun sekarang lagi nggak patah hati, tapi bolehlah nulis beginian.
 Patah hati itu nggak selalu karena putus cinta loh, guuuuyysss *yeah, really* saya pernah patah hati berat karena buku kesayangan saya dirusakin oknum tidak bertanggung jawab, tapi memang yang sering memang sebabnya karena makhluk mars kampr*t bernama COWOK
 Patah hati bisa berbagai macam sebabnya, di-PHP-in, di-PUTUS-in, di-SELINGKUH-in, di-TINGGAL NIKAH-in terserah deh yang mana tapi kayanya semua aja ya bikin dunia jadi hijau kuning KELABU, merah muda dan BIRU
Kalau sudah terlanjur basah patah hati, i'll tell you rasanya lansung ingat patkai ya yang dihukum patah hati 1000 kali dan quotenya yang "oh cinta, deritanya sungguh tiada akhir" tapi guys, life goes on ya. Kita harus pandai-pandai membekali diri dengan pain killer khusus patah hati biar hati nggak biru melulu dan kembali pinky pinky ceria lagi, dan yang terpenting tentunya harus iklas "never mind i'll find someone better than you" *nyanyi*

Nangis
Hey ini beneran, nangis yang lama, menyesali hidup, mengutuk di penyebab patah hati itu kadang perlu. Habis itu terbitlah lega. Tapi, sehari aja ya nangisnya jangan kelamaan ya.. habis itu rise and shine lagi. Concealer lumayan mahal sis harganya, sayang banget kalau matanya jadi panda kebanyakan nangisin yang kacangan


Dengarkan lagu patah hati tapi jangan mellow tapi yang membangkitkan semangat
Nggak ada yang ngalahin damainya sore-sore hujan nyetir mobil sendirian sambil dengerin lagu ya, apalagi kalau jalan yang disusuri itu Jalan Ijen dan sekitarnya *Oh, I Love Malang* playlistnya boleh diisi Lapang Dada-nya Sheila on 7, Moving On-nya Andien, atau Send My Love-nya Adele biar nggak mellow-mellow amat.
Never ever dengerin mantan terindah-nya Raisa atau Marcell, atau Kahitna. Rasanya kaya ditusuk sembiluuuu

Makan makanan enak
Walaupun cara ini nggak enak di kantong dan lingkar pinggang, tapi ini ampuh banget deh. Makan Es Krim (nikmat Haagen Dasz Choco Chip mana yang kamu dustakan), Cokelat (bravo ritter sport pink), Junk Food (Viva La Vida ayam original KFC)  good food never fail. Walaupun makan enaknya jangan keterusan, bikin mules (dan bokek)

Nonton Film Bagus
kalau buat saya ini Drama Korea ya guys. Ketika patah hati, nontonlah film korea yang pemeran utamanya ganteng (berlaku juga untuk film hollywood) niscaya pemeran utama cowok ganteng nan so sweet itu pasti bikin kita mikir kalau mantan slash gebetan slash tukang php slash nak-nakal-pematah-hati kita itu nggak ada apa-apanya. Tapi kadang kalau ada adegan yang terlalu so sweet suka mewek juga karena kepingin. Nontonlah film korea yang nggak terlalu menye-menye macam ini atau ini atau ini juga boleh (Im Siwan, Manseeee!!)

Dandan 
saya suka tiba-tiba kecentilan ngikutin tutorial makeup di Instagram kalau lagi patah hati. Dandan cantik itu buat sugesti diri kalau kita itu worthed, bukan buat pembuktian ke siapa-siapa ya, terutama ke mantan. Ngapain? *injek*
Pijet atau Spa atau Facial
Pokoknya semacam kegiatan yang bikin kita rileks ya, biar tenang dan rileks syaraf kita yang diplintir sama nak nakal itu

Main sama Bayi
Bayi itu kan wangi ya, dan mereka itu kayanya murni banget nggak fake. Energi positif di bayi itu besar soalnya mereka belum mencecap palsunya dunia *apeeeeuu* coba aja kalau nggak percaya. Kalau pengen nangis peluk itu bayi, cium-cium baunya wangi. Pasti batal nangisnya. Belum lagi kalau liat mereka giggling, rasanya nggak ada yang nggak beres di dunia ini kalau liat bayi ketawa ya

Berdoa
Ih solusinya ala ustadzah banget ya kakaaaak.. tapi sungguhan deh, ketika sedih banget nangisnya yang paling enak dan aman tanpa takut dibocorin curhatan kita ke siapapun itu pastinya ke yang punya hidup kita ya. Senyesek apapun hati kita kalau sudah selesai sholat dan curhat pasti lega. Tapi, berdoa kok nunggu patah hati. Memangnya Allah SWT itu cuma diingat saat sedih? * toyor diri sendiri*

Lakukan apapun yang bikin hatimu senang 
Karena sesungguhnya mentraktir diri sendiri itu nggak hanya berlaku di saat senang saja lho guys

Time heals, nggak peduli seberapapun patah hati pasti sembuh. Asal jangan dihayati dan disuburkan patah hatinya ya guys. Harus dibasmi, kalau perlu sampai akar dan gulma di sekelilingnya. Dan terakhir, ikan dilaut nggak cuma satu kan ya.. bolehlah mancing lagi pakai umpan baru. Mancing mania, Mantaaap *apasih*

xoxo,
Ajeng

Monday, June 13, 2016

Apakah Galaxy Note 4 Tahan Air?

Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu saya main ke pantai. I'm not going to write the story about that beach which is 3 buah pantai di Malang selatan. Maybe next time
Jadi ketika ke Pantai Gatra itu, pastinya foto-foto lah ya.. secara pantainya bagus banget

Iya kan.. bagus.. pantainya malang selatan jelas nggak kalah sama Bali bagusnya

Sayangnya, di pantai bagus itu ada tragedi yang terjadi saudara-saudara
apa?

Jadi ceritanya sok-sokan mau pakai baju lucu.. maka pakailah saya baju kodok *eh, apa sih nama benernya baju ini?* ya pokoknya baju itu lah yang bentuknya celana semacam overall *dasar buta fashion* jadi baju saya itu di depannya ada semacam kantong buat masukin uang receh buat beli es kelapa muda. Bodohnya saya, karena malas masuk-masukin hp ke tas ransel, mikirnya abis itu mau lanjut foto-foto lagi hp kesayangan saya itu saya masukin ke kantong baju kodok yang cuma menampung 1/4 bagian body hp saya yang 5.7 inch layarnya itu.

Namanya main ke pantai pakai alas kaki, pasti basah dan kemasukan pasir dong alas kakinya. Dengan polosnya saya mendekat ke bibir pantai bawa sepatu yang kemasukan pasir, maksudnya mau bilas sepatu itu biar bebas pasir baru dipakai lagi. Konyolnya, saya bilasnya sambil nunduk, lupa kalau HP itu ada di kantong depan baju. Maka terjadilah, HP saya kecemplung dong. 
Begitu lihat hp itu kecemplung, kelelep, entah apalah namanya yang jelas dia kerendam air dan ketutup pasir basah, reaksi pertama adalah bengong sebengong-bengongnya sampai freeze nggak bergerak. 

Untungnya, masih ada 2 orang sadar di sebelah-sebelah saya yang ngingetin untuk ambil hp itu dari air sebelum diseret ombak ke tengah laut. 
Sampai di pinggir, langsung panik modenya nyala dong. Ingat-ingat P3K buat HP yang kecemplung air yaitu dimatiin dan dilepas baterai lalu di lap-lap sampai kering. Mau nangis? iya bangeet.. secara disini nggak ada keterangan kalau HP saya itu water resistant. Kalau sekedar kena-kena air dikit sih udah biasa.. tapi ini kecemplung, sis.. 

Saya sudah bisa dibilang ketergantungan ya sama HP itu, makanya nggak bisa bayangin kalau HP itu sampai mati total. Secara semua catatan ada disitu, mulai coretan random, nomor rekening, catatan rapat, to do list, sampai id pelanggan PLN, foto yang belum dibackup, account sosmed, attachment email penting-penting, bahkan account BBM saya yang saya lupa passwordnya semua ada disitu. Bayangin rempongnya aja males, apalagi kejadian mati total karena kecemplung beneran.. 
HP saya ini, walaupun sudah bukan lagi seri terbaru tapi buat saya fiturnya oke dan komplit. 
Buat fotografer amatiran semacam saya sih kamera hp ini cukup lah.. secara ya saya bukan fotografer profesional dan merasa cukup minjem kamera SLR punya kantor sekali-sekali, cukup banget pakai kamera 16 MP nya itu. Buat saya, kamera samsung itu cukup banget buat foto-foto di low light mode yang bikin saya super senang *meletin iphone* bisa lah dipakai fotoin makanan di kafe remang-remang hahaha.. 
Dan juga,  fitur S-Pen HP saya juga sungguh amat sangat helpfull sehingga hampir semua hal bisa saya lakukan dengan HP ini *sampai dituduh bubos main HP melulu, padahal lagi baca notes ringkasan rakor buat dibikin laporan*

Tapi sungguh ternyata HP saya tahan banting.  dia tetep mau nyala normal loh walaupun kecemplung air, air laut pula. Dia cuma minta reset karena memory Internalnya kepenuhan dan kena virus yang kebetulan kejadiannya setelah kecemplung sehingga bikin saya parno mikirnya itu karena korosi air laut. *Padahal sebelumnya tau HP itu lambat dan suka ngerstart sendiri* Sampai sekarang *which is hampir 2 bulan dari kejadian, HP itu baik-baik saja, tetap nyala normal. 
Saya nggak klaim HP saya ini tahan air loh ya. Saya mah apa atuh.. Samsung aja nggak berani klaim tahan air masa saya berani-beraninya. Nasehat saya, jangan pernah sengaja cemplungin HP ke air walaupun itu diklaim water resistant oleh pabriknya karena, beli smartphone itu pasti pakai duit daripada sengaja dicemplung-cemplungin air mending kirim ke saya, diterima dengan tangan terbuka. Tapi, namanya apes. Kalau terlanjur kecemplung segera lakukan pertolongan pertama seperti ini misalnya atau lebih amannya kalau mau main air belikan pouch ini saja biar hati tenteram.

Ah, cerita Happy Ending itu emang paling enak dibaca ya. Tapi, Saya nggak nolak kalau ada yang mau beliin Note 6 ketika launching nanti


xoxo,

Ajeng