Wednesday, September 21, 2016

Kuliner Malang Wajib Coba

Saya bukan foodie, sungguh bukan. Tapi sebagai tukang makan sejati pasti saya punya dong list makanan yang kalau-punya-duit-wajib-dibeli.
10 tahun di Malang kayanya kalau 9 makanan favorit di kota Malang aja kayanya pasti ada ya. Berikut 9makanan yang pasti direkomendasikan kalau ada teman atau saudara main ke Malang, saya nggak mencantumkan alamat dan menu detail ya karena ini bukan review dan saya bukan foodie *dibahas*

1. Rawon Isor Uwit
Rawon ini, kalau ada orang lebay macam saya makan, pasti setuju kalau enaknya tidak terkatakan. Tempatnya sungguh nggak ngawaki kalau kata orang Kediri. Di sebuah halaman rumah tua Jalan Brigjen Slamet Riyadi persis di seberang Indocell.  Harganya sih agak lumayan pricey, kalau seperti di foto itu, nasi kuah rawon, babat, telur dadar, plus es teh manis ditebus dengan uang 23 ribu. Selain rawon ada juga soto dan nasi campur. Babat Telor, Usus Telor, dan Empal telornya guilty pleassure sekali

2. Bakso Cak Hadi Singosari
Bakso ini walaupun tempatnya nyempil dan masuk gang tapi sungguh juara. Sejak saya kenal bakso ini yang adalah langganan bubos (Pak Hadi hobby curhat sama bosku, sampai bubos boleh order bakso sumsum unlimited) lidah saya yang picky sama bakso enak jadi semakin picky. Kalau mau bakso sumsum pesan dulu ya.. nomornya ada di gambar karena kalau go show sumsumnya suka habis. Selain sumsum saya suka buanget tahu baksonya yang lebih enak dari tahu bakso semarang itu

3. Warung Bu Kris

ini adalah franchise dari warung bu kris dari surabaya. Yang bikin nampol disini tentu adalah sambal terasinya. Rasa terasinya kerasa sekali sampai nempel di tangan walaupun sudah dicuci berkali-kali. Harganya pricey untuk ukuran lalapan. Kalau kesini pesan yang komplit aja bisa dimakan berdua. Saya biasa pesan Nasi+Ayam, bakwan (bakso), tempe, telur dadar minum es sirup habisnya sekitar 50 ribu

4. Nasi Pedas Kaypang
Yang di foto itu adalah menu yang biasa saya pesan. Nasi Pedas Ayam Daging beberapa bulan yang lalu masih 33ribu tapi sekarang sepertinya lebih ya, sudah lama sekali nggak makan disana. Sekarang-sekarang ini lebih sering pesan yang ekonomis, nasi pedas daging tambah toping ayam renyah. 1 piring nasi pedas biasa isinya suun, tahu empis, telur pindang, sedangkan yang komplit ada udang kering dan ikan asinnya. Nasi Pedasnya ada macam-macam, ayam, daging, paru, babat, otot, dan lain sebagainya

5. Sambal Bawang Mbah Jayus
Saya jadi pelanggan sambal bawang ini sejak dia masih berlokasi di gubuk di tanah kosong dekat STIE Malang Kucecwara atau ABM, bukanya limited mulai magrib dan cepat banget habis. Sampai sekarang masih dekat ABM tapi di ruko dengan tempat duduk banyak dan buka dari pagi sampai malam. Dulu yang ngulek masih mbah jayusnya sendiri. Sambal Bawang ini setau saya adalah salah satu yang pertama (saingannya mak par) di malang sebelum sekarang buanyak dan aneka warna sambal bawang.
Sayang, sekarang sambal bawang ini sudah tidak seenak dulu. Dan lauknya luar biasa mahalnya (sayap ayam 9000 men) mungkin karena mahasiswa di malang sekarang kaya-kaya ya jadi dia nggak ragu naikin harga

6. Depot Hoklay


Saya fans berat mie, awal mula di Malang saya nggak berani mampir ke hoklay karena takut nggak halal. Setelah kerja, depot hoklay yang sepelemparan batu dari kantor ini adalah salah satu tempat makan siang di 15 hari pertama setelah gajian. Akhirnya saya tanya ke oomnya "Om ini babi apa bukan" dan dijawab ayam. Ya sudah deh saya makan aja. Kalau makan disini saya biasanya mie bakso, kadang-kadang ganti nasi bakmoy. Pernah adik saya order nasi pancawarna enak juga. Lumpianya, jangan ditanya. Sungguh recomended. Tapi, yang bikin depot ini hits yaitu fosco saya malah nggak terlalu suka. Menurut saya enek. Saya lebih memilih es puding dan limun pakai es. Harganya okelah, untuk depot lawas nggak terlalu mencekik.

7. Pecel Rawon Ngaglik

Jujur walaupun saya rekomendasikan makanan ini tapi saya nggak tega makan pecel rawonnya. Apa sih Pecel Rawon itu? Pecel rawon itu yaitu Nasi pecel yang disiram kuah rawon.Harganya 8 ribu rupiah. Kata temenku yang makan ini enak, enak banget. Tapi tetep nggak tega makannya. Warung ini bukanya tengah malam mulai jam 11 malam

8.Rawon Kiroman
Rawon lagi? Ya ini makanan kesukaannku bro. hahaha.. Rawon ini kalau tanpa lauk macam-macam masih terjangkau lah harganya. 15 ribu 1 porsi dengan irisan daging yang besar-besar. Warung ini termasuk warung lama yang terkenal, tempatnya kecil jadi kalau jam makan siang agak perjuangan cari kursi disini. Rawonnya enak tapi bukan favorit karena cita rasanya cenderung manis. Selain rawon ada makanan macam-macam, Kare Ayam, Nasi Sop, Nasi Campur

9. Semur Gang Buntu
Ini termasuk hidden gem-nya kota Malang nih. Warungnya nyempil gang di sebelah toko mie Gloria Jalan Zainul Arifin. Semur ini enak suwer nggak bohong. Rasanya seger dan pas. Selain semur warung ini jual nasi sop lauk ayam yang ayamnya super gurih. Nggak ada yang ngalahin pokoknya se-Malang raya

Demikianlah review ini, saya males nulis kalau kulinernya mainstream kaya Rawon nguling atau bakso President. Selamat Mencoba

Xoxo,
Ajeng

Wednesday, September 7, 2016

Cerita Sakit 2 Jilid

Ini sekarang lagi musim apa ya? Kayanya musim nggak jelas karena kalau di Malang udaranya super dingin tapi mataharinya menyengat panasnya dan suka tiba-tiba hujan yang pakai acara angin. Kalau sepoi-sepoi sih okelah.. tapi ini anginnya beneran yang kenceng sampai di sela-sela daun pintu dan jendela itu bunyi siut siut gitu

Hubungannya apa deh cuaca sama sakit 2 jilid? Oh ada, jelas ada...

Jadi ceritanya tanggal 5 bulan agustus kemarin itu jalan-jalan ke Singapura (trip reportnya ada, di draft.blame this sakit 2 jilid, everyone hahaha) sampai Indonesia itu minggu malam banget dan karena landingnya di Surabaya, papa seperti biasa nggak tega anak gadisnya ini naik travel sendiri ke Malang, maka disuruhlah pulang bareng jemputan ke Kediri dan baru besok subuhnya ke Malang naik travel. Yasudahlah diturutin aja kak, daripada si Papa khawatir. Jadilah, landing jam 10 malam lanjut urus bagasi dan perjalanan pulang ke Kediri itu jam 11, sampai kediri jam setengah 2 pagi dan jam 3 pagi dijemput travel. Besoknya ngantor jam 7 (padahal biasanya jam 8) karena ada acaranya Kementerian. Seharian sih nggak berasa sama sekali capek, tapi begitu sampai rumah cuma sempat mandi dan makan, lalu tepar setepar-teparnya sampai besoknya lagi. I would say mampus is not a good word but that night, mampus was literally an exact word that time.

Liburan itu seneng ya, capek tapi seneng. Tapi.. pulang dari Singapura itu luar biasa capeknya. Mungkin karena gagal move on nggak mau pulang pengen liburan terus dan disana berteman akrab sama jalan kaki selain naik bus dan MRT sedangkan di Indonesia ke Alfa Midi depan perumahan aja naik motor jadi sampai rumah itu capeknya berasa banget, sekujur badan berasa pegal linu dan kaku. Yang biasanya ogah pijet refleksi karena geli, jadinya langsung berangkat ke tempat refleksi dan pijet kaki pundak. Pegal linu kaki dan pundakku menopang badan dan ranselku. Belum selesai kak jalan-jalannya, hari jumatnya bu bos ajak 1 kantor pergi ke sumber maron di Kepanjen yang semacam semi river tubing. Karena kesempatan piknik sungguh sayang dilewatkan, tentu ikut nyemplung ya. Pakai acara kecebur, kepleset, dan jatuh 2 kali pas di air terjun mini itu. Jatuhnya bukan jatuh biasa, jatuhnya kebanting yang beneran. Pas disana sih ketawa-ketawa, pas sampai rumah baru tau lebam besar banget di paha dan tangan.

Jatuhnya di air terjun itu pas manjat mau duduk di aliran airnya
Setelah pulang dari sumber maron itu sudah berasa nggak enak badan, mulai terasa pilek dan sakit tenggorokan tapi malah cuek pergi jalan-jalan, makan es krim, dan skip minum obat. Sudah deh hari seninnya, suara berubah jadi kodok dan hidung rasanya kaya ingusnya ngumpul semua di pangkal nggak mau turun. Kalau tidur nafasnya harus pakai mulut dan badan mulai meriang. Begitu terus hampir 10 hari, malah pakai acara mimisan yang menyebabkan Papa Mama panik nyuruh tes lab. Ternyata hasil lab-nya oke dan pas ketemu Kakak Sepupu yang spesialis THT disuruh minum obat andalan yang namanya Rhinos. Berangkat deh beli di guardian yang belinya bisa nggak pake resep, setelah minum 2 biji sembuh.

Sembuh kan jadi selesai ceritanya? Lho kan sudah dibilang kalau sakitnya 2 jilid. Masih ada lanjutannya kakak

Pas udah merasa enakan, pulang deh ke Kediri. Di rumah udah minum air es dari dispenser kulkas, malah nambah es batu yang di sebelahnya. Karena merasa itu airnya galonan jadi nggak apa deh minum es batu itu (jadi es batunya itu dari dispenser yang built in langsung di kulkasnya, kalau ditekan langsung keluar jadi airnya langsung dari galon aqua yang nyambung sama dispenser itu) malah tidur bareng si ragil yang lagi flu di dalam kamar ber AC.

Sampai malang masih baik-baik aja, malah cium-cium ponakan bayi yang lagi flu. Dengan songongnya bilang "kan aku abis flu, nggak mungkin ketularan lagi" ternyata hari rabunya berasa kaya mau pilek lagi malah pakai acara pusing. Pas pulang kediri weekend kemarin muntah-muntah pakai acara demam sampai dibeliin bye-bye fever sama adik ipar tengah malam (terimakasih Daddy Munir, selamat ya abis ini jadi Daddy). Sampai hari ini masih ada lho flunya padahal minum obat teratur dan stop sama sekali minum es (tapi kalau minum u c 1000 dan yakult tetep maunya yang dingin :p) malah yang jilid 2 ini selain demam ada mualnya juga, setiap makan apa aja, enak maupun nggak enak rasanya mual dan makanannya balik ke tenggorokan yang menyebabkan jackpot. Mau makan banyak atau sedikit tetap jackpot, muntah-muntah sampai terasa asam lambungnya.

Karena sudah empet sakit, akhirnya ke dokter klinik dan doktenya nggak mau dong ngasih suntik atau obat. Katanya aku sakit 2 jilid karena stress kebanyakan pikiran. Percuma diobati karena kalau tetep mikir yang nggak-nggak bakalan tetep nggak sembuh. Obatnya istirahat, suplemen, vitamin C dan masalahnya diselesaikan. Ah elah dokter sok tau amat yaa hahahaha

Yasudahlah, kita lihat nanti. Doakan aku sembuh ya biar bisa nyelesaiin tulisan tentang Singapura dan pergi piknik lagi


Cheers,
Ajeng

Sunday, August 21, 2016

Singapura (untuk kesekian kalinya) 2016 Day 1

Sombong banget judulnya, bro hahaha
Tapi ini beneran, ke Singapura 5 Kali tapi di negara sekecil itu yang saking kecilnya dijuluki the red dot masih ada aja tempat yang belum didatangi.
Clark Quay misalnya, ke Singapura berkali-kali selalu bikin itinerary makan dan nongkrong disana, tapi ada.. aja hal yang bikin tidak terlaksana
Berangkat ke Singapura kali ini nawaitunya adalah memperbaharui foto-foto yang dulu belum berjilbab jadi sekarang berjilbab. Dangkal, yeah i know
Kali ini menginap di daerah Bugis, tepatnya di Kampong Glam setelah 4 kali kesana orchard melulu orchard melulu.Review hotelnya ditulis di trip advisor disini. Partner Tripnya Azaria si Bungsu, dan Nabil si Calon adik ipar bungsu
Squad


Day 1

Demi alasan pengiritan hotel, mulailah hunting flight yang berangkatnya paling pagi dan pulangnya paling malam di hari minggu. Papa yang dari dulu selalu dan nggak pernah nggak naik China airlines kalau ke Singapura langsung menyuruh beli ini nggak usah mikir lama-lama. Katanya percuma kalau beli budget flight mendarat disana malam dan balik ke Indonesia pagi/siang, boros di hotel.
China airlines ini berangkat dari Surabaya jam 05.55 pagi. Terakhir ke Singapura, flight ini masih include makanan (yang menunya ada 2 pilihan) dan in flight entertainment. Tapi sekarang, makanan masih ada tapi tanpa pilihan dan inflight entertainmentnya sudah nggak ada. Pesawatnya juga yang konfigurasi duduknya 3-3 dan bukan 2-4-2 kaya dulu lagi. Yang berubah juga, dulu mendarat dan terbangnya di terminal 1 Changi (i looooove the kinetik rain) tapi sekarang di terminal 3. Biar ganti pemandangan ya kakak..
Menu sarapan China Airlines

Sampai di Singapura, langsung ke ticket office di terminal 2 Changi airport. Pake acara kesasar dan harus muter tapi karena energinya masih full, senang-senang aja sih. Selain itu ticket office ini antriannya astaga sungguh luar biasa. Waktu itu sekitar setengah jam lebih antri STP aja.
 Kenapa nggak beli EZ Link? Pertimbangannya adalah STP itu unlimited buat naik Bus dan MRT kemana Aja di Singapura (Kecuali Sentosa Ekspress). Kalau EZ Link kan harus Top Up sedangkan STP tarif Flat SGD 30 termasuk SGD 10 deposit yang akan dikembalikan ketika return kartunya. 20 SGD unlimited sih menurut saya yang pemalas mikir biaya transport dari sini kesana berapa dan males top up, itu murah. maka dibelilah STP.


Terminal 3 Changi
 
Singapore Tourist Pass
Dari terminal 2 transit di Tanah Merah lalu ganti kereta turun di stasiun Lavender. Karena Aliwal itu adanya di daerah Kampong Glam jadi lanjut naik bis. Sebenernya di Lavender ke Kampong Glam ini bisa sih jalan kaki karena letaknya di tengah antara stasiun Lavender dan Bugis, tapi karena bawa koper besar sudah pasti malas duluan jalan. Waktu naik bis ini nyasar lagi, harusnya dari stasiun lavender harusnya lewat underpass ke halte yang di seberang, tapi kita naik dari depan stasiun. Kesasar deh. Akhirnya nyebrang lagi lalu naik bis ke arah selanjutnya. Kesasar sambil geret koper gede gitu nggak seru ya.

Sampai di hotel, sambil nunggu Nabil yang sholat jumat kita pergi beli makan ke Zam-zam restoran. Disekitar Aliwal Park Hotel itu banyak banget penjual makanan melayu. Nasi Padang, Briyani, Chineese Food, Sushi, sampai warteg ala singapura ada. Hotelnya juga beneran walking distance dari Masjid Sultan dan Kampong Glam. Karena #SingaporeGoals nya Nabil adalah makan Nasi Briyani, maka beli lah itu seharga 6.50 sebungkus. Aku dan Ira makan Nasi Briyani Ayam sebungkus berdua, Nabil makan briyani Daging. Nasi Briyani ini, kalau buat cewek cukup dimakan sebungkus berdua karena porsinya sungguh besar. Tapi, out of all things, yang the best adalah Es Tea-nya (Es Tea di singapura itu artinya teh susu ya) sampai di hotel itu sekitar jam 12 yang panasnya sungguh terik. Minum es tea itu sungguh surga. Dan rasa es tea yang di zam-zam itu lebih enak, beda dari yang lain
Briyani Porsi Besar
Selesai Nabil sholat jumat dan makan siang, kita jalan ke Masjid Sultan yang nggak nyampe 100 meter jauhnya. Di belakang hotel pas itu Malay Herritage Center. Lihat deh itu di fotonya kelihatan banget ya panas terik membara karena fotonya diambil pas kita balik beli makan dari zam-zam resto. Tapi karena energinya masih full abis makan nasi briyani jadi Hajar aja deh.
Malay Herritage Center


tuh.. ada masakan padang (tapi nggak doyan)
Jadi di Masjid Sultan ini cuma keliaran di luarnya dan di sekitar Arab Street. Karena datang siang di hari jumat jamnya sholat Jumat jadi masjidnya ditutup buat kunjungan umum.  Sebenarnya pengen Sholat Jamaah Subuh disini, tapi karena mendadak Palang Merah Indonesia dan Nabil juga nggak bisa bangun pagi jadi batal deh. Hari kedua sempat pengen mampir sholat isya tapi balik dari sentosa sudah malam jadi masjidnya dikunci deh. Tapi kata Nabil yang sholat Jumat disini, Masjidnya bagus.
Tujuan selanjutnya adalah Garden By The Bay dengan misi memperbaharui foto dari Skyway Garden By The Bay. Tujuan utamanya memang itu karena kita nggak masuk ke Flower Dome dan Cloud Forest. Dari hotel kita naik bis ke MRT Bugis (padahal deket cuma 300 m. This is why we need STP) dan naik MRT jalur biru ke Bayfront
eh warna bajunya mirip ya

Garden By the bay, aku masih selalu terkagum-kagum dengan supertree-nya. Apalagi setelah kenal National Geographic dan megastructurenya, betapa bikin GBtB itu ruwet dan nggak mudah, menghitung kubah dan kaca flower dome yang butuh riset bertahun-tahun lamanya.
Entrance free?  Kalau cuma keliaran di luarnya nggak ada entrance fee, tapi kalau main ke dalam cloud forest dan flower dome harus bayar 20 dollar sekali masuk. Kalau naik ke skyway bayarnya 8 dollar. Sayang GBtB ini alur jalannya nggak jelas ya, nggak ada petunjuk harus kemana dulu dan lihat apa dulu, alurnya museum angkut aja lebih jelas daripada ini.
OCBC Skyway
"menanam" supertree ini pakai hitungan yang rumit ternyata

can you spot the famous Flyer?
Setelah dari GBtB kita balik lagi ke Bayfront. Dari GBtB ke stasiun MRT itu harus jalan lumayan jauh lewat lorong warna-warni yang lumayan banget berasa di kaki. Lalu naik MRT jalur biru ke Dhobby Ghaut lalu pindah jalur merah ke.... Orchard Road hahaha klasik banget ya tujuannya. Tapi ke Singapura nggak ke Orchard buat makan uncle ice cream dan dengerin suara burung-burung yang pulang ke pohon pas sore itu rasanya ada yang kurang. Mainstream ya sudahlah yang penting hatiku bahagia. nggak usah terlalu dipikirin.
lorongnya

orchardnya

es krimnya
 Karena turun di MRT Somerset jadinya berkeliaran dulu di mall-nya. Aku nemu jilbab bagus banget di zara yang harganya lebih murah nyaris separo daripada disini (super yay). Keluar dari somerset melipir ke H&M lanjut ke food opera ION buat makan
aku sungguh nggak bagus dalam mereview. Lupa aja dong chickeen drumstick dan chicken rice nama tempat belinya apa. Pokoknya di food court ION
Tadinya trip report ini mau 1 part, tapi aku capek aja dong nulisnya. Besok lagi ya (hah besok? bikin 1 part aja berminggu-minggu :p)


See ya soon,

Ajeng

Sunday, July 24, 2016

Pantai Lenggoksono, Pantai Bolu-bolu dan Air terjun Banyu Anjlok di Malang Selatan

Dahulu kala ketika saya masih awal tinggal di Malang saya mengira malang itu hanya kota saja, setelah mulai skripsi saya baru ngeh kalau Malang Raya itu luas banget, bahkan Kecamatan Kasembon yang berbatasan langsung dengan Kediri itu 2 jam perjalanan jauhnya dari Kota Malang, bahkan 3 jam jauhnya dari Ibukota Kabupatennya yaitu Kepanjen.
Alhamdulillah waa syukurillah setelah kerja saya punya bos baik, sukanya jalan-jalan yang anti mainstream. Doyan banget ngajak belanja tapi suka banget liat yang biru dan ijo. Kebetulan yang menyenangkan, karena kantor saya isinya sedikit orang dan bisa diselip-selipin dalam 2 mobil SUV, saya dan teman-teman kantor sering "diangkut" mengunjungi tempat-tempat wisata yang diketahui beliau dari Big Big Boss, Bapak Bupati Malang.
Jadi, di Kabupaten Malang selama periode pertama kepemimpinan Bapak Bupati itu ada kegiatan sambang desa. Desa yang jadi sasarannya adalah desa tertinggal yang tempatnya seringkali di ujung Malang (lebay) dan medannya ala-ala jalan desa yang masih perawan. Jalan makadam sih masih bagus, seringkali jalannya masih tanah, berkelok-kelok, lubang, dan becek.  Bukan bu bos namanya kalau tidak menganut prinsip kalau terlanjur basah kecipratan air, nyemplung aja sekalian. Kegiatan sambang desa itu seringkali dirangkai dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di sekitar desa tersebut, bahkan sampai periode pertama berakhir dan sekarang di periode kedua yang namanya berubah menjadi "Sambang Desa Wisata" makin antusiaslah ada embel-embel kata wisata berarti yang disambangi kan yang ada tempat wisatanya. Gathering is just one sip away, kenapa nggak lanjut?
Jaman kuliah saya pernah ke pulau sempu bareng teman-teman, trekking dan menginap di tengah pulau. Setelah kerja, makin taulah saya kalau Pantai di Kabupaten Malang itu buanyak dan bagus-bagus. Bukan sekedar pantai mainstream macam Balekambang dan Sendang Biru.
Yang terbaru, setelah pantai 3 warna dkk (yang saya masih tetep males nulis trip reportnya) saya jalan ke pantai Lenggoksono. Acara ini semi gathering karena direncanakan dan bajunya seragam.
Pantai Lenggoksono adanya di Kecamatan Tirtoyudo. Perjalanan waktu itu saya (dan teman-teman beserta supir kantor) lewat Kecamatan Turen dan Dampit mengikuti petunjuk arah ke Kecamatan Tirtoyudo. Dari Kecamatan Tirtoyudonya masih sekitar 20 kilo dari pantai, melewati jalan yang mulus (tapi sempit dan berkelok-kelok) sepanjang jalan ada perkebunan cengkeh yang bunganya berbau wangi apalagi waktu itu saya berangkatnya pagi buta (jam 06.30 sampai di Kecamatan Tirtoyudo which is sekitar hampir 2 jam dari Malang) Ke Malang Selatan ini nggak ada transportasi umum yang langsung, harus sewa angkot atau bawa kendaraan pribadi.
Pantai Lenggoksono ini, ombaknya kalem. Mungkin karena letaknya tidak langsung menghadap laut lepas. Pantainya lebar dan dikelilingi tebing khas pantai malang selatan. Di tepinya, walaupun masih ala kadarnya ada fasilitas kamar mandi dan warung penjual makanan tanda pantai ini banyak dikunjungi orang.

Pantai Lenggoksono

Ketika sudah sampai disini, jangan cuma nongkrong disini, karena tidak jauh dari pantai ini ada pantai bolu-bolu dan air terjun banyu anjlok yang tempatnya di tepi pantai. Sekali dayung, 3 pantai terlampaui. Bisa lah foto OOTD *penting* Cara menuju air terjun banyu anjlok dan pantai bolu-bolu ini bisa dengan naik sepeda motor atau trekking di sepanjang tebing yang di sekeliling pantai. Tapi hari itu saya (dan teman-teman kantor) memilih sewa perahu nelayan yang tarifnya 60 ribu per kepala dan 1 perahu bisa diisi sampai dengan 8 orang.
Perjalanan menuju pantai bolu-bolu ini ditempuh sekitar 20 menit menyebrang laut dengan ombak yang lumayan tinggi. Ketika naik perahu nelayan tidak diperbolehkan membawa tas berisi pakaian *gagal sudah foto ootd, 3 pantai bajunya sama* dan diingatkan dengan serius agar yang membawa handphone dibungkus plastik atau pouch anti air juga dilarang keras membawa jeruk karena dipercaya ombaknya akan jadi besar apabila ada jeruk diatas perahu. Diiyain aja ya biar cepet

Itulah perahu nelayan yang dipakai menyeberang


Pantai bolu-bolu ini sangat sepi dan seperti ada di pulau tidak berpenghuni. Pantainya bersih, pasirnya halus tapi sebaiknya alas kaki tetap dipakai karena pantainya berkarang. Airnya biru dan sangat bening sampai terlihat karang yang ada di dasar lautnya. Dipinggir pantainya ada deretan pohon yang rindang, bisa dipakai duduk sambil mendengarkan bunyi binatang entah apa yang hidup di tebing-tebing *saya parno berat duduk disitu. takut ada ular gelantongan* Pantai ini biasa digunakan sebagai tempat berkemah, jadi kata nelayan yang menyetir perahu ada kamar mandi walaupun ala kadarnya dan warung yang disitu juga menjual makanan.. Kata salah satu teman kantor, pantai bolu-bolu ini tebingnya berbentuk angka 8 jadi dinamakan bolu-bolu. Benar atau nggak saya belum membuktikan karena saya nggak punya drone yang bisa memotret dari ketinggian, jadi sementara dianggap benar aja ya.

Setelah dari pantai bolu-bolu, kami diajak lanjut menuju air terjun banyu anjlok yang ada di dekat pantai bolu-bolu, walaupun dekat (sekitar 10 menit) kesananya tetap harus naik perahu.

Air terjun ini dari jauh terlihat kecil tapi ketika mendekat ternyata tinggi dan aliran airnya sangat deras. Air yang ada di air terjun ini berasal dari sumber air tawar dari atas bukit yang setelah turun bercampur dengan air laut. Best part buat saya yang tidak terlalu suka kena air laut di kepala *karena asin dan lengket* mandi di sini airnya tawar tapi serasa di pantai karena ada ombak samar-samar dari laut. Saya nggak tau air payau itu rasanya seperti apa, tapi disini rasa airnya kok sepertinya masih tawar
katanya ditempat saya foto ini airnya payau, tapi kok tawar biasa ya rasanya
Selesai mandi dan berenang disini nggak bisa langsung berbilas, harus kembali dulu ke Pantai Lenggoksono. Ketika naik perahu kembali ombaknya lumayan besar sehingga perjalanan agak terhambat

Sekali lagi setiap kali pulang dari pantai dari Malang Selatan, saya selalu berharap semoga sambang desa wisata itu berdampak secara signifikan terhadap pembangunan sarana dan prasarana di sekitar pantai. Siapa tau 10-20 tahun lagi menuju pantai di Malang Selatan semudah pergi ke pantai-pantai di Bali? Boleh dong ngerep?


Cheers.
Ajeng

Monday, June 27, 2016

Tentang Deku

Yang follow social media saya, pasti gatel pengen ngeblock soalnya isinya Deku sama Makanan melulu
Yes, I'm that cat person. I even address myself as "Kakak Deku" 
Secara ya, dirumah sendirian itu nggak enak, hiburannya ya Deku. Nemu cat-comic ini dari catsu  yang sungguh deku dan aku banget

ini deku banget nih.. dia hobby banget duduk di tengah ruang tamu yang sudut pandangnya luas, lalu ngeliatin saya jalan-jalan dengan pandangan menilainya

Deku paling hobby main sembunyi-sembunyian macam ini. Tapi abis itu dia panik teriak-teriak minta didatangin, semacam tersesat ya, kuu

Ini aku banget suka merasa bersalah kalau berangkat pergi dan denger deku ngeong-ngeong melas. Dasar Kucing Manja salah didikan *salah sape menurutloh?

Hapeku, memorinya udah hopeless (Padahal 32 GB). Begitu 1 folder bernama "Deku" dipindah, langsung ada memory tambahan 3GB

Deku yang selalu memberiku tatapan curiga ketika aku ganti tempat makannya. Tapi dia tertib loh, posenya mirip orang antri di food court nungguin isi kotak makannya

Deku yang selalu memasang tampang jijik kalau dieyek-uyek bulunya

Mana bisaaa nak uving akak satu itu diajak selfie. Kaboooor

Deku tidurnya ngorok. dan keras. mirip cowok *eh dia emang cowok sih*

Ini bener banget. dia paling benci dipegang kaki dan perut bawahnya. :Langsung sewot

Satu hal yang sebel-sebel ngangenin dari Deku adalah, dia cuek bebek dengar orang lewat-lewat. Tapiiii kalau aku yang lewat dan nggak nengok, dia Pasti teriak-teriak sampai ditengok. Deku juga cuek bebek sama segala macam suara kendaraan, tapiiii kalau aku yang naik kendaraan itu, dia pasi ngeong-ngeong minta ditengok. Salah didikan banget nggak sih kucing ini
Hahaha... I Love You, Deku-chan.. you'll forever be my baby cat *walaupun sekarang udah jadi Kucing Cowok Dewasa nan Raksasa

jaman dia masih nak ucing. cute, isn't it?


tempat bobo-boboan paling pewe ya ku, Kasur Kakak


Posisi favorit dari jaman bayinya dia